wartangawi.com- Ngawi, sekolah ini baru saja selesai dibangun pada akhir tahun 2025, dengan mendapatkan kucuran dana Revitalisasi dari anggaran APBN pusat sebesar Rp. 1.167.000.000.
Negara hadir, menjamin masyarakat mendapatkan pendidikan layak berikut fasilitasnya, tentu setelah gedung selesai dibangun bisa segera dipergunakan dengan tujuan mencerdaskan bangsa lewat anak didik. Namun apa dikata, bangunan baru yang dikerjakan swakelola oleh sekolah sendiri itu, belum digunakan sebagaimana mestinya, justru ruang berbentuk laboratorium, ruang UKS, berubah menjadi aula ruang pertemuan rutin Dharma - wanita persatuan SMPN 4 Karanganyar, yang tentu melenceng dari tupoksi pendidikan atau belajar mengajar untuk mencerdaskan murid disekolah.
Tampak ruangan dipasang bener Dharma wanita, meja kursi disusun berjajar serasa gedung rapat, sedang perabot laboratorium seperti kursi, lemari, ditumpuk dipinggir - pinggir ruangan.
Saat tim awak media wawancara dengan beberapa siswa, diperoleh keterangan bahwa ruang itu, seperti Laboratorium, UKS, perpustakaan, tidak digunakan, " belum pernah disuruh belajar didalamnya, gak tau untuk apa, " jawab beberapa murid polos.
Perabotan Diduga Kurang Spek
Di ketemukan juga dinding belakang banyak almari laborat berbahan Triplek atau kayu lapis, sedang kaki - kaki meja terlihat kecil dan melengkung, jauh dari kata kokoh.
Sayang ditiap ruang yang baru tersebut tidak ada keterangan atau tulisan yang menyebut ruang itu ruangan apa, yang jelas terpasang benner besar warna orenge Dharma - wanita.
Sampai saat ini tim belum bisa mengkonfirmasi kepala sekolah Darmuji untuk bisa memberikan keterangan secara resmi, namun untuk ke berimbangan berita, tim akan terus berupaya untuk mengkonfirmasi dan mengklarifikasi pada pihak - pihak - pihak, baik KS, komite, panitia pembangunan, tokoh masyarakat sekitar, dan dinas terkait. ( Tim) bersambung