harga cabai rawit mencapai Rp. 105.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp. 100.000.
Kenaikan serupa terjadi pada cabai merah kriting yang hanya dalam sehari melonjak Rp. 15.000, dari sebelumnya Rp. 65.000 menjadi Rp. 80.000 per kilogram.
ini terjadi karena tingginya harga di tingkat pengecer yang disebabkan oleh kenaikan dari petani.
Salah seorang pedagang sayur di Pasar tradisional Ngawi, Ina (49) membenarkan lonjakan harga tersebut. Ia menyebut harga cabai saat ini mencapai angka Rp. 105.000.
" Cabe rawit tembus Rp.105.000 per kilogram sedangkan cabe kriting tembus Rp. 80.000 per kilogram," kata Ina, Selasa (9/12).
Ina menambahkan, kenaikan harga dari tingkat distributor membuat margin keuntungan yang bisa ia ambil menjadi sangat kecil. Pedagang mengeluh bahwa mereka hanya bisa mengambil untung sedikit, sehingga situasi ini mempersulit mereka untuk memutar modal dan menjaga kelangsungan usaha.
"Modalnya jadi besar sekali, untungnya tipis. Kami jadi susah untuk putar modal lagi karena harga jualnya juga tidak bisa terlalu tinggi," keluh Ina.
Di sisi lain, informasi dari Beberepa pedagang di pasar tradisional Ngawi, diduga bahwa tingginya harga di tingkat pengecer disebabkan oleh kenaikan dari petani.
cabai merah keriting, misalnya hari ini sudah di banderol sekitar Rp. 67.000 per kilogram di tingkat petani.
Kondisi tersebut membuat sebagian pedagang memilih tidak mengambil stok terlalu banyak karena khawatir mengalami kerugian akibat cabai mudah busuk.
Melihat kondisi harga yang mencekik ini, pedagang dan pembeli berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil tindakan untuk menstabilkan pasokan dan harga, terutama untuk meringankan beban masyarakat menjelang periode Nataru.