wartangawi.com — Ngawi : SMAN 1 Kedunggalar (SMANIKE) menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengusung konsep keagamaan dan seni bertajuk "Ngaji Nyeni" acara yang berlangsung mulai pukul 07.30 WIB ini dipusatkan di halaman SMAN 1 Kedunggalar dan diikuti oleh seluruh siswa dan guru sekolah. Jumat, (04/09/2026).
Dalam peringatan tahun ini, SMAN 1 Kedunggalar menghadirkan penceramah kondang Cak Yudho Bakiak untuk memberikan tausiyah serta motivasi kepada para siswa. Mengusung tema "Meneladani Akhlak Rasulullah Solusi Mengatasi Krisis Moral di Era Digital", kegiatan ini bertujuan untuk membentengi generasi muda dari dampak negatif perkembangan teknologi melalui penanaman nilai-nilai akhlakul karimah.
Kepala SMAN 1 Kedunggalar, Andrias Marstanto, S.P., S.Pd., M.Pd dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menekankan pentingnya bagi para siswa untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai Panutan utama dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di tengah derasnya arus informasi digital.
"Di era digital saat ini, tantangan moral yang dihadapi anak-anak kita semakin kompleks. Melalui kegiatan peringatan Maulid Nabi berkonsep Ngaji Nyeni ini, kami ingin mengajak para siswa untuk tidak hanya menikmati nilai seni dan kebudayaan, tetapi juga benar-benar meresapi dan meneladani akhlakul karimah Rasulullah SAW sebagai panduan hidup agar terhindar dari krisis moral," ujar Andrias Marstanto dalam sambutannya.
Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh seniman sekaligus penceramah kondang asal Ngawi, Cak Yudho Bakiak. Dengan gaya khasnya yang komunikatif, segar, dan diselingi kelakar bernuansa seni Jawa, Cak Yudho berhasil mencairkan suasana dan menyedot perhatian seluruh siswa maupun guru SMAN 1 Kedunggalar.
Dalam tausiyahnya, Cak Yudho Bakiak mengingatkan para siswa agar bijak memanfaatkan media sosial dan tidak mudah terpengaruh oleh tren negatif di dunia maya. Beliau menegaskan bahwa kecerdasan digital harus diimbangi dengan akhlak yang kuat.
"Teknologi dan media sosial itu ibarat pisau bermata dua. Jika digunakan untuk kebaikan, ilmu, dan menyebarkan keteladanan Rasulullah, maka akan menjadi ladang pahala. Namun jika digunakan salah, bisa merusak moral. Kuncinya adalah meniru sifat jujur, amanah, dan santunnya Nabi Muhammad SAW dalam berinteraksi, baik di dunia nyata maupun dunia maya," tutur Cak Yudho di selang-selang ceramahnya.
Melalui perpaduan dakwah dan seni (Ngaji Nyeni), diharapkan pesan-pesan kebaikan dan keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat lebih mudah diresapi, diingat, dan diterapkan oleh seluruh Guru maupun siswa SMAN 1 Kedunggalar dalam kehidupan sehari-hari.
Pewarta : Ilham