wartangawi.com - Ngawi : Ribuan warga memadati kawasan Pasar Purba yang digelar berkolaborasi dengan Indonesia Trinil Art. Antusiasme masyarakat yang luar biasa membuat lokasi kegiatan tumpah ruah sejak pagi hari, didorong oleh kerinduan akan suasana nostalgia masa lalu dan pertunjukan budaya lokal. Sabtu, (29/08/2026)
Pasar tematik ini menyuguhkan atmosfer masa lampau yang kental. Para pedagang yang mengenakan busana adat tradisional menjajakan beragam kuliner langka tempo dulu, seperti tiwul, getuk, cenil, hingga dawet ireng.
Nostalgia ini dirasakan langsung oleh para pengunjung yang memadati lokasi. "Sangat seru dan edukatif. Anak-anak jadi kenal jajanan jadul yang sekarang sudah jarang ditemui. Suasananya benar-benar terasa seperti kembali ke zaman dulu," ujar Rina (34), salah satu pengunjung yang datang memboyong keluarganya.
Atraksi Reog Jadi Puncak Kemeriahan
Suasana semakin meriah saat suara ketukan kendang dan tiupan selompret menggelegar menandai dimulainya pertunjukan kesenian Reog. Sorak-sorai penonton pecah ketika pembarong mulai memamerkan keahlian meragakan Dadak Merak berbobot puluhan kilogram.
Kesan mendalam juga disampaikan warga yang rela berdesakan demi menyaksikan atraksi tersebut. "Reognya mantap sekali, atraksinya bikin merinding. Walaupun tumpah ruah dan agak berdesakan, kami sekeluarga puas sekali bisa nonton hiburan rakyat selengkap ini," ungkap Budi (42), warga lokal yang hadir sejak pagi.
Sistem Transaksi Unik : Pengunjung bertransaksi menggunakan koin kayu khusus yang ditukarkan di pos depan.
Atraksi Kesenian : Pertunjukan Reog, penari Jathil, dan aksi jenaka Bujang Ganong sukses menghibur penonton yang menyemut di area pertunjukan.
Pemberdayaan Ekraf : Menjadi wadah bagi seniman lokal Trinil Art dan pengrajin UMKM untuk mengenalkan karya serta jajanan tradisional.
Kemelut penonton yang tumpah ruah hingga ke luar area utama menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap ruang hiburan berbasis seni tradisi. Pihak penyelenggara berharap kolaborasi Pasar Purba dan Indonesia Trinil Art ini dapat terus bergulir menjadi agenda budaya rutin untuk menggairahkan pariwisata serta ekonomi kreatif setempat.
Pewarta : Reby