wartangawi.com - Ngawi : Di tengah fenomena kasus ibu mengorbankan anaknya dampak berbagai faktor, lain cerita dengan seorang ibu asal Ngawi ini. Winarsih (40) dedikasikan hidupnya untuk merawat sang putri Nada Jembar (8) yang divonis mengalami cerebral palsy (lumpuh otak) sejak usia 1 Tahun.
Anak yang akrab disapa Nada ini, hanya bisa terbaring di atas kasur sejak didiagnosa cerebral palsy. Segala kebutuhannya dilakukan oleh sang ibu. Saat menceritakan kondisi anaknya, Winarsih memutar kembali memori saat melahirkan putri bungsunya tersebut. Ketika melahirkan anak bungsunya secara cesar di RSU Dr Soeroto Ngawi. semua berjalan normal. " Ibu dan anak Alhamdulillah sehat semua meskipun anak saya di simpan di inkubator selama 5 hari" kata Winarsih di Kediamannya Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi. Jum'at (19/06/2026)
Sejak lahir sampai usia hampir delapan bulan, Nada tidak menunjukkan gejala apapun. Baru setelah sembilan bulan disuatu malam anak itu menangis dari jam sembilan malam sampai jam tiga pagi baru berhenti menangis, ketika berhenti menangis anak itu tiba-tiba kejang tidak mau berhenti. Sontak saya dan suami membawa nada ke Rumah Sakit Attin Husada Ngawi. "Setelah rawat inap selama dua minggu di Rumah Sakit anak saya di vonis lumpuh otak atau (cerebral palsy)" ujarnya
Setelah anaknya didiagnosa mengidap cerebral palsy, dengan tabah, sehari-hari Winarsih tak lepas dari mengasuh anaknya. Tak terasa, kini Winarsih telah merawat Nada yang menginjak usia 8 tahun.
Kesehariannya sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) dalam mengasuh Nada membuka mata banyak pihak tentang arti syukur dan ikhlas.
Winarsih tidak mengeluh dengan kehidupan yang dilakoninya.
Justru, dia mensyukuri setiap aktivitasnya menjadi ibu kandung dari Nada. Dia fokus mengurus Nada di rumah, sedangkan suaminya menjadi tulang punggung keluarga menjadi wiraswasta.
Dia mengungkapkan, untuk keperluan Nada sehari-hari dibutuhkan biaya mencapai Rp80 ribu per harinya. Kebutuhan anaknya itu mengandalkan dari nafkah sang suami yang bekerja sebagai wiraswasta.
Kondisi Nada saat ini hanya bisa terbaring di atas kasur karena tidak bisa duduk sejak mengalami lumpuh otak (cerebral palsy). Untuk makan, orang tuanya harus menyuapinya makanan yang sudah dihaluskan.
"Susu sekarang mah ganti aja sama yang biasa, pampers sehari 4 kadang 5. Ibu tidak ingin menengadahkan tangan, tapi selalu ada saja yang ikhlas membantu, mungkin hikmahnya di situ," ungkapnya.
Terpisah, Kepala Desa Kawu Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi, Ali Impron mengatakan, selama ini pihaknya selalu memfasilitasi warganya tersebut ketika hendak rawat jalan atau medical check up ke RSU.
"Kalau dari desa menangani secara medis nggak, cuman desa memfasilitasi segala fasilitas yang dibutuhkan keluarga pasien salah satunya seperti surat menyurat terkait SKTM (surat keterangan tidak mampu) ataupun pengurusan lain tentang administrasi pasien itu sendiri," ujar Ali.
Selama ini menurutnya pemerintah desa selalu memantau kondisi Nada dan memfasilitasi tiap kali membutuhkan bantuan.
Pewarta : (team)