GpYlTUr6GpAlGfG0GpC7TpG8TA==

Lansia Asal Ngawi Diserahkan Anak ke Griya Lansia Malang dalam Kondisi Terbaring Akibat Stroke


wartangawi.com — Ngawi : Kisah memilukan datang dari seorang perempuan lanjut usia asal Kabupaten Ngawi. Dwi Indriyani (66), warga Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, diserahkan oleh anak kandungnya, Naryo (52), kepada Griya Lansia Malang. Kamis, (17/90/2026).

Dwi diserahkan dalam kondisi lemah dan hanya bisa terbaring akibat stroke. Penyerahan tersebut dilakukan setelah Naryo menandatangani surat pernyataan yang menyerahkan sepenuhnya urusan perawatan ibunya kepada pihak Griya Lansia Malang.

Dalam surat pernyataan tersebut, Naryo juga menyatakan bahwa apabila sang ibu meninggal dunia, proses pemakaman diserahkan kepada pihak griya. Bahkan, dirinya menyatakan tidak perlu diberi kabar apabila ibunya meninggal dunia.
Proses penyerahan berlangsung di hadapan Dwi yang saat itu hanya mampu terbaring di atas dipan. Suasana semakin mengharukan ketika Dwi sempat memanggil nama anaknya dengan suara lirih.

Ketua Yayasan Griya Lansia Malang, Arief Camra, membenarkan adanya penyerahan tersebut. Menurutnya, pihak griya sebenarnya telah memberikan penjelasan kepada Naryo sebelum keputusan tersebut diambil.

Arief mengatakan, pihaknya telah beberapa kali mengingatkan bahwa keberadaan griya bukanlah tempat untuk membuang orang tua.

“Kami sudah beberapa kali menyampaikan bahwa griya lansia ini bukan tempat untuk membuang orang tua. Griya ini diperuntukkan bagi lansia yang terlantar dan memang membutuhkan perawatan,” ujar Arief.

Arief juga mengungkapkan momen yang menurutnya cukup menyentuh ketika Dwi sempat memanggil nama anaknya dengan suara lirih. Namun, keputusan Naryo tetap tidak berubah dan proses penyerahan akhirnya dilanjutkan.

Meski terdapat berbagai pertimbangan, pihak Griya Lansia Malang akhirnya memutuskan menerima Dwi dengan alasan kemanusiaan.

“Kami menerima beliau karena pertimbangan kemanusiaan. Kondisinya sedang sakit dan membutuhkan perawatan. Kami tidak ingin membiarkan beliau dalam kondisi seperti itu,” kata Arief.

Pihak griya kemudian mengambil tanggung jawab untuk memberikan perawatan kepada Dwi sesuai dengan kemampuan dan fasilitas yang tersedia.

Arief menegaskan, persoalan lansia terlantar bukan hanya menyangkut tempat tinggal, tetapi juga menyangkut perhatian, perawatan, serta dukungan keluarga.

Peristiwa yang dialami Dwi tersebut menjadi pengingat bahwa merawat orang tua di usia lanjut merupakan persoalan kemanusiaan sekaligus tanggung jawab keluarga yang tidak sederhana.

Di sisi lain, keputusan seorang anak untuk menyerahkan orang tua kepada lembaga sosial juga perlu dilihat secara utuh dengan mempertimbangkan kondisi keluarga, kemampuan ekonomi, kondisi kesehatan, serta alasan yang melatarbelakanginya.

Pewarta : Ilham

Type above and press Enter to search.